Pada 24 Agustus 2024, siswa SMKN 1 Teluk Bintuni dari Papua Barat mengikuti program Cultural Immersion yang bertujuan untuk memperkenalkan mereka pada keragaman budaya Indonesia. Program ini tidak hanya memberikan wawasan mengenai keberagaman budaya Indonesia, tetapi juga membangun rasa toleransi, penghargaan, dan pemahaman terhadap perbedaan yang ada di antara masyarakat. Yogyakarta, sebagai pusat kebudayaan Indonesia, menjadi destinasi yang ideal untuk wisata edukatif, dengan banyaknya museum yang menyimpan artefak dan informasi penting mengenai sejarah, seni, dan budaya bangsa. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkaya wawasan siswa dan menginspirasi mereka untuk lebih menghargai warisan budaya, serta membuka cakrawala mereka mengenai keberagaman Indonesia yang sesungguhnya.
Artikel
ANALISIS TRANSAKSI
Definisi Analisis Transaksi
Pada pembahasan mengenai debit kredit, kita mengenal sistem pencatatan berpasangan atau double-entry system. Menurut sistem tersebut, tiap transaksi keuangan atau transaksi ekonomi akan berpengaruh terhadap komponen pada persamaan akuntansi, baik itu komponen aset di sisi debit, ataupun komponen utang/kewajiban dan modal/ekuitas di sisi kredit (Sodikin dan Riyono, 2016). Proses menganalisis transaksi keuangan berdasarkan persamaan akuntansi tersebut adalah yang disebut sebagai analisis transaksi (Warren, Reeve dan Duchac, 2014). Weygandt, Kimmel dan Kieso (2016) menambahkan untuk persamaan akuntansi ekstensi, tidak hanya tiga komponen utama saja yang perlu dianalisis pengaruhnya, melainkan juga akun-akun spesifik pada masing-masing komponen tersebut.
DEBIT DAN KREDIT
Definisi dan Mekanisme Debit dan Kredit
Dari sistem pencatatan berpasangan atau double-entry system, dikenal istilah debit dan kredit. Pada dasarnya, debit mengindikasikan kolom atau sisi sebelah kiri sedangkan kredit mengindikasikan kolom atau sisi sebelah kanan (Sodikin dan Riyono, 2016; Suwardjono, 2002; Weygandt, Kimmel dan Kieso, 2016).
Penerapan dari mekanisme kiri kanan atau debit kredit sendiri berdasarkan dari sistem pencatatan akuntansi berpasangan, dimana setiap transaksi pasti akan mempengaruhi dua atau lebih komponen dalam persamaan akuntansi dengan memperhatikan prinsip keseimbangan pada sisi debit dan kredit (Warren, Reeve dan Duchac, 2014). Apabila sebuah transaksi keuangan sudah dicatat pada sisi debit, maka nominal/jumlah transaksi keuangan yang sama juga harus dicatat pada sisi kredit. Dengan kata lain, harus terjaga keseimbangan nominal/jumlah pada sisi debit dan kredit (Sodikin dan Riyono, 2016; Weygandt, Kimmel dan Kieso, 2016).
Debit dan kredit
Debit dan Kredit dalam Akuntansi
Berbicara tentang akuntansi, kita tidak bisa lepas terhadap istilah debit dan kredit. Sebenarnya apa sih yang dimaksud debit dan kredit dalam akuntansi?
Buku-buku teks akuntansi menyatakan “debit” bermakna “kiri (left)”, sedangkan “kredit” bermakna “kanan (right)”. Debit dan kredit ini muncul sebagai bagian dari mekanisme pencatatan berpasangan (double-entry bookkeeping). Istilah ini digunakan sebagai konsekuensi dari penerapan persamaan aljabar akuntansi yang terdiri dari sisi kiri dan sisi kanan. Selain itu, mengapa akuntansi menggunakan mekanisme debit-kredit bukan tambah-kurang dikarenakan akuntansi menyajikan informasi dana yang diukur dalam satuan uang (moneter). Dalam satuan uang tidak mengenal angka negatif sehingga penulisan nilai moneter dilarang menggunakan simbol negatif. Mekanisme debit kredit merupakan solusi agar tidak terdapat simbol negatif dalam akuntansi.
Persamaan Akuntansi
Apa Itu Persamaan Akuntansi?
Memahami akuntansi akan menjadi lebih mudah saat kita mengatahui Hukum Dana (the law of fund). Hukum ini menyatakan bahwa penggunaan dana harus selalu sama dengan pemerolehan dana. Hukum ini merupakan gambaran dari kehidupan sehari-hari kita. Gambarannya di dunia nyata adalah apabila kita menerima dana yang bersumber pada gaji (cermin pemerolehan dana) sebesar Rp 1.000.000 maka penggunaan dana, misalnya berupa uang tunai (cermin penggunaan dana), juga harus sebesar Rp 1.000.000. Hukum ini juga yang dipraktikan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam menangkap para oknum koruptor karena ada indikasi mereka menggunakan dana (kepemilikan harta) yang melebihi sumber pemerolehan dana (penghasilan gaji).
Sejarah Akuntansi
Kilas Balik Sejarah Akuntansi
Apakah kamu percaya kalau akuntansi sudah ada jauh sebelum Bapak Fisika atau Isaac Newton lahir di tahun 1643? Ternyata akuntansi sudah ada sejak kurang lebih 500 tahun yang lalu lho. Akuntansi pertama kali terdokumentasikan pada buku “Summa de Arithmetica, Geometria, Proportioni et Porportionalita” atau dalam bahasa inggris berjudul “The Collected Knowledge of Arithmetic, Geometry, Proportions and Proportionality”. Buku ini ditulis oleh Luca Pacioli di tahun 1949.Sebagai seorang professor matematika, Luca Pacioli telah menerbitkan banyak buku yang sebagian besar membahas bidang matematika.
Proses akuntansi mendasarkan diri pada hukum universal yang disebut Hukum Dana (the law of funds)
Hukum dana disebut universal karena:
• berlaku anywhere and anytime.
• merupakan hukum yang ditemukan, bukan dibuat, oleh manusia.
• selaras dengan hukum-hukum di bidang akademik lain, seperti misalnya hukum gerak dan hukum grafitasi
Hukum Dana dinyatakan sebagai berikut:
Penggunaan Dana = Pemerolehan Dana
Uses of funds = Sources of funds
Hukum Dana dituangkan dalam bentuk persamaan akuntansi dasar:
Penggunaan Dana = Pemerolehan Dana
Aset = Liabilitas + Ekuitas
Aset: bentuk penggunaan dana berupa sesuatu yang masih memiliki nilai manfaat.
Liabilitas: sumber pemerolehan dana dari pinjaman
Ekuitas: sumber pemerolehan dana dari lain-lain, terutama dari setoran pemilik (modal).
Kita mendengar banyak orang menyebut “sistem pemerintahan”, “sistem tata-surya”, “sistem pendidikan”, “sistem komputer”, “sistem pemerintahan”, dsb. Namun demikian tidak semua yang disebut sistem sesungguhnya layak disebut sistem. Video singkat ini membahas tentang karakteristik sistem secara umum, dan selanjutnya menyajikan karakteristik utama akuntansi sebagai sistem informasi. Sistem terdiri dari seperangkat komponen yang dikoordinasikan dan dikendalikan berdasar mekanisme yang mapan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Definisi dan Proses Akuntansi
Akuntansi didefinisikan oleh Accounting Principles Board (1970), sebagai berikut: “Akuntansi merupakan aktifitas jasa. Fungsinya adalah untuk menyediakan informasi kuantitatif, pada dasarnya bersifat finansial, mengenai entitas ekonomi yang dimaksudkan untuk menjadi informasi yang berguna dalam mengambil keputusan ekonomi”. Dari definisi tersebut, dapat diartikan bahwa akuntansi adalah sebuah jasa untuk menyediakan informasi yang bersifat keuangan dan kuantitatif mengenai peristiwa ekonomi yang terjadi dalam suatu entitas yang berguna bagi pengguna atau pembacanya. Menurut Weygandt, Kimmel dan Kieso (2016), proses akuntansi terdiri dari 3 kegiatan dasar, yaitu mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan peristiwa ekonomi.
SEJARAH AKUNTANSI
Sejarah ilmu akuntansi tidak secara spesifik didokumentasikan dalam buku-buku akuntansi, termasuk buku pengantar akuntansi (lihat misalnya Suwardjono, 2014; Weygandt, Kimmel dan Kieso, 2016). Namun demikian, dalam Sodikin dan Riyono (2016) dibahas secara singkat mengenai asal mula sistem pencatatan akuntansi (bookkeeping) dan prinsip debit kredit yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli. Pacioli, yang lahir pada tahun 1445 di Tuscany, Italia seringkali disebut sebagai Bapak Akuntansi. Ia sesungguhnya adalah seorang ahli matematika, yang selain ilmu matematika juga menguasai bidang ilmu lainnya seperti kedokteran, hukum, agama, bisnis, bahasa dan seni. Pacioli disebut sebagai Bapak Akuntansi karena jasanya memperkenalkan konsep awal akuntansi, yaitu bookkeeping pada tahun 1494 pada saat bukunya yang berjudul “Review of Arithmetic, Geometry, Ratio and Proportion” pertama kali terbit.